Tuesday, May 1, 2018

SOLUSI PERMODALAN USAHA

Ada sedikit tulisan dari mas Arif Yasir Rahman (CEO JAVATRAVEL) yang akan saya share.
Mengenai permodalan dalam berbisnis.
Silahkan dibaca ya.
Silahkan share ke teman2 anda agar lebih bermanfaat.
=======================
Arif Yasir Rahman – Bisnis Mastermind
SOLUSI PERMODALAN
MARI KITA TERBANG DAN MENDUNIA
Jika bisnismu baru starting pastikan hindari
hutang, Bergeraklah semampu dirimu bergerak
Kenapa?
Karena hutang adalah sebuah kepastian yang
harus dibayar, Sementara profitmu belum pasti. Dan
bahkan blm tentu bisa menutupi hutangmu
Ini curhat dr saya pribadi sebagai org yang
pernah melakukan kesalahan
Jika bisnismu sudah BEP, Itu alarm produkmu
sedang on demand. Disini bisa dipastikan kamu
membutuhkan Resources yang cukup besar untuk
meleverage bisnismu
Dan salah satu leverage adalah Capital. Capital
yang dicreate dengan cara debt pada saat starting bisnis
itu bisa jadi neraka dikemudian hari
Tetapi capital yang di "create" dikondisi bisnis
sdengan on demand justru sebuah keharusan
Yang saya maksud capital bukan hanya soal
Cash on hand yang Anda terima dr para pemodal
Melainkan keleluasaan membayar dengan
tempo yang lebih panjang kepada supplier itu juga
masuk didalamnya
Semoga Anda bisa cerdas dan bijak dlm memahami ini
Termasuk konsep "Sell It Before You Build It"
pegang uang dulu dari market baru uangnya bisa untuk
produksi
Ini juga sebuah akses capital yang luar biasa,
Yang jelas jangan kaku. Kalau bisnis Anda masih skala
mikro atau kecil atau bahkan baru starting konsep No
Debt itu berlaku
Tapi tidak saat bisnis Anda sedang on demand,
Maaf bukan saya mengajarkan untuk berhutang. No,
Sama sekali tidak
Maksud saya create opportunity, Partnership dr
manapun agar demand bisa kita penuhi. Itu
Karena saat bisnismu sedang on demand
sementara Anda tidak mampu mengambil demand itu,
Maka percayalah org lain yang akan ambil dan bisnis
Anda bisa turun kembali
Maka saya mengamati, melihat dan belajar
banyak sekali sahabat2 saya menggunakan leverage
untuk mengambil demand besar ini
Ada 5 Leverage yang bisa Anda Lakukan
1. Bank
2. Venture Capital
3. Private Equity
4. Angel Investor
5. IPO
Saya akan menjelaskan ini secara bisnis, Harus
tegas saya katakan menjalankan tidak sama dengan
menyarankan. Saya mesti fair tidak boleh ada yang saya
tutup2i karena saya sedang bicara Global Bisnis
Dari pilihan diatas jelas itu semua pilihan Anda
mau menggunakan yang mana. Izin saya jelaskan
berdasarkan yang saya tau dan alami
1. BANK
Akadnya jelas yaitu DEBT, Meskipun saya tahu
ada beberapa org yang saya kenal punya akses kesini
tanpa akad DEBT tapi investment
Yang berarti Siap berbagi untung dan siap
berbagi rugi. Ah masa sih bank mau siap berbagi rugi?
Faktanya ya jelas bank ga mau, Makanya bank
pilih2 kemana dia harus berbagi rugi. Kemana?
Ya ke mereka yang MASTERY dlm bisnisnya,
Kemungkinan ruginya amat sgt kecil
Kalaupun memang kejadian rugi, Aset org tsb
biasanya jauh melampaui kerugiannya dan yang paling
mahal adalah reputasi dan business skill org tsb Pasti
diatas rata2
Sementara kalau kita?
Ya pasti debt, Bisnis rugi tetap harus bayar.
Memang secara interest kecil maybe 12% setahun
Meskipun interest nya kecil namanya interest ya
tetap interest, Riba. Harammmmm, haha
Saya ngomong begini kaya ga pernah kena aja,
Tentu pernah, makanya bisa ngomong. Meskipun saya
kena nya bukan Dibank
Tidak ada nama saya satupun dibank dan
leasing manapun. Saya tidak pernah sekalipun
meminjam atau berurusan ke lembaga2 tsb
Tapi kok bisa saya kena riba?
Karena riba bukan bicara soal lembaga, Tapi
soal AKAD. Ini yang mesti dipahami
Anda bisa berurusan dengan bank tanpa riba
jika ya akadnya benar
Sebaliknya, Anda bisa kena riba meskipun
berurusan dengan investor jika ya memang akadnya
riba. Ini yang pernah saya alami, Dan terkadang ini
lebih mengerikan
Hukum rimba bisa terjadi disana, Hati2. Kalau
boleh jujur saya sudah pernah di BAP 2x. Sedikit2 agak
pahamlah sama yang beginian
Kesimpulannya, Silahkan Anda simpulkan
sendiri. Hehe
2. VENTURE CAPITAL
Jujur yang kedua ini saya belum pernah
berurusan. Ketemu pernah, Ada dealing belum
Cuma yang saya tahu kalau berurusan sama
beginian ada istilah "Kita tidak akan bisa menjadi tuan
rumah dirumah kita sendiri"
Ini kata mentor saya, Tebal perjanjiannya bisa
sampai 2rim. Yakin Anda baca?
Baca ga baca yang pasti tebal 2 rim membuat
mereka In Control. Hati2, hehe
Makanya jangan cuma lihat para startup unicorn
karena keberhasilannya. Siapa yang tau juga kalau
mereka bisa tidur nyenyak
Saya tidak katakan mereka tidak bisa tidur
nyenyak ya, Maksud saya ga ada yang tahu dibalik
keberhasilan mereka yang kita lihat. Kita mesti melihat
rasa sakitnya juga
Dan venture capital banyak inject diperusahaan
startup yang goalnya bukanlah CASHFLOW
melainkan VALUASI
Maka, Mereka membutuhkan traffic
membutuhkan traction. Dan sepertinya ini kerjaan
Anda nantinya jika berurusan dengan mereka
Meningkatkan traction agar Valuasi naik, Caranya?
Bakar duit, Jual rugi terus iklan dimana2.
Endingnya, Matilah saudara2 kita pengusaha yang
dimana beneran ngejar CASHFLOW
Ya secara logika ga mungkinlah jualan bakso
HPP 10ribu jualnya 5ribu. Tapi kalau mereka yang
jualan jadi mungkin
Kenapa?
Karena tujuannya berbeda
Tapi inget, Capital mereka bisa juga jadi
Leverage untuk bisnis Anda
Tinggal Anda siap atau engga dengan segala risk nya
Kalau siap, Tinggal lanjut
3. PRIVATE EQUITY
Capital mereka besar, Mereka crowd juga dari
mana2. Artinya tanggung jawab besar mereka adalah
menciptakkan return yang Aman dan Besar tentunya
Dan cara mereka bekerja mengelola capital
yang ada adalah dengan buying company dan membuat
valuasi perusahaan yang dibeli menjadi naik berlipat2
Diindonesia contoh perusahaan Private Equity
adalah Saratoga Capital milik Bang Sandiaga Uno dan
Edwin Suryawijaya (Anak dr Om William pemilik
Astra)
Bagaimana bisa berpartner dengan mereka?
Tentu saja itu semua tergantung by dealing Anda
Dan saat ini banyak sekali Private Equity di
Indonesia. Namanya private kadang ga ketahuan siapa
dan dimana keberadaannya
4. ANGEL INVESTOR
Kalau yang ini saya sering sekali berurusan dan
org2 ini juga yang membuat saya belajar banyak
tentang arti Mana "Angel dan Mana Devil" hahaha
ampunnnn
Menurut saya investor itu terbagi menjadi 2
yaitu Fools Investor & Investor Pro
Ciri2 singkat fools investor adalah
1. Tidak paham bisnis, investasi dan hukum
2. Negosiasi diawal ga ribet (Tapi kalau ada masalah
ribetnya setengah mati, Ya namanya juga fools
investor)
3. Kebanyakan duitnya terbatas, Bahkan bukan uang
nganggur, Bahkan uang minjem
4. Terkadang ga butuh data, Yang penting uang masuk.
Hehe
5. Paham risk, Tetapi tidak siap berbagi risk, Taunya
untung (Otak renten ini, hehe)
Sementara Investor Pro karakternya sebagai berikut
1. Memahami bisnis, investasi dan hukum
2. Negosiasi diawal banyak pertanyaan (Ya karena
mereka paham makanya tanya)
3. Memiliki Unlimitied Capital (Maksudnya, Uang
yang mereka gunakan ya uang nganggur. Yang kalau
hilang tidak menggangu stabilitas ekonomi mereka)
4. Mampu membaca data dan membutuhkan data
5. Paham akan Risk dan siap menanggung risk
Jika Anda sdengan berurusan dengan Fools
investor bisa jadi itu bukan "Angel Investor" tapi "Devil
Investor" hehe
Makanya kalau Anda pahami dan lihat di
Cashflow Quadrant milik Robert Kiyosaki urutannya
adalah begini
1. Employe
2. Self Employe
3. Entrepreneur
4. Investor
Ini pesan untuk kita semua, Kalau mau jadi
investor pro berarti harus jadi pengusah pro dulu
Nah, Untuk Anda para pengusaha jng asal sikat
dan hajar investor. Lihat dulu ini Pro atau Fools
Kalau fools bisa jadi neraka dikemudian hari,
Sekali lagi saya pernah berurusan dengan investor fools
ini
Maka kalau sekarang Anda lihat jajaran
komisaris diperusahaan saya Java Travel isinya Pro
semua. Komisaris Adhimix salah satunya
5. IPO
Tentu Anda tahu tentang yang kelima ini, IPO
(Initial Public Offering) yang artinya saham perusahaan
Anda bisa dimiliki oleh publik maka ada sematan TBK
dibelakangnya alias Terbuka
Perusahaan yang sudah Go Public minimal
pemegang sahamnya adalah 300org
Oktober 2017 saya main ke kantor Bursa Efek
Kelapa Gading dijelaskan bahwa ada 2 papan yang bisa
Anda pilih jika Anda mau Go Publik
1. Papan Menengah
- Minimal Aset Rp 5 M
- Laba Rugi (Boleh rugi yang penting revenue
projection ke depan mesti bagus)
2. Papan Atas
- Minimal Aset Rp 100M
- Harus sudah untung
Tentu saya menjelaskan tentang IPO ini masih
tataran teori. Tapi Inshaa Allah sekarang ini sedang
terus memproses salah satu perusahaan saya bisa Go
Publik atau TBK
Kok bisa?
Tentu saya tidak sendiri, Karena ada sosok
mentor luar biasa yang tulus dan tidak pernah lelah
mendampingi saya
Beliau adalah Mas Witjaksono
Pengusaha Muda asal Pati sekaligus Pendiri 2
Perusahaan Tbk. Tidak perlu panjang lebar saya
jelaskan. Cukup search di google sudah keluar semua
rekam jejak beliau. Termasuk masuknya beliau ke
majalah Forbes
Nah jika ditanya apa alasan saya ingin IPO?
Bukankah jadi tidak leluasa, Saham dimiliki
oleh publik. Artinya semua aktifitas bisnis terekam
jejaknya
Omsetnya, Profitnya, dan Asetnya termasuk
berapa bayar pajaknya. Hahahaha
Awalnya saya follower dlm hal ini tapi saat ini
saya punya alasan kuat knp saya memilih Go Publik?
Sederhana, Karena saya tidak hanya ingin
mengayakan mereka yang sudah kaya. Dan ingin
memberikan kesempatan ruang partnership bagi
mereka (mitra2 Java Travel) yang 5thn ini setia
mendampingi
Betapa bahagia dan bersyukurnya saya jika
sebagian besar mitra saya di Java Travel ikut menjadi
bagian dr pemilik
Tentu mereka akan merasa lebih bernilai dan
pastinya mensupport dan mendoakan penuh perjuangan
ini
Mohon Doa Restu
DAN TERAKHIR ADALAH WAKAF
Loh katanya cuma 5, Ini yang terakhir dan
justru ini yang paling penting diantara semuanya
Saya membayangkan jika saja ada 10ribu
pengusaha atas yang memiliki nett profit Rp 50M/Thn
lalu 20%nya saja diwakafkan untuk umat
Artinya Rp 10M x 10ribu Pengusaha = Rp 100 Trilliun
Anda bisa lihat dan dengar ada Capital Rp 100 Trilliun
dr hasil wakaf
Untuk apa peruntukkan ini?
Untuk pengusaha yang sdengan on demand,
sudah BEP, atau lebih baik lagi sudah dipapan
menengah
Sehingga pada saat diguyur capital mereka
dengan cepat bisa membangun infrastuktur dan
tentunya memenuhi kebutuhan pasar
Dengan begini akan banyak lagi Pengusaha atas di
Indonesia
Bagaimana dengan pengusaha kecil dan mikro?
Konsep yang sama berlaku, Pengusaha kelas
menengah yang tadi sudah dibantu harus punya
komitmen yang sama yaitu bersedia mewakafkan
sebagian sahamnya untuk umat
Nah hasil wakaf saham para pengusaha
menengah ini baru diperuntukkan bagi pengusaha
mikro dan kecil
Jika sudah begini, Inshaa Allah tidak lg ada
kemiskinan. Kenapa bisa demikian?
Karena konsep wakaf sejatinya kita tidak
sdengan bertransaksi bukan dengan manusia melainkan
dengan Allah. Karena dengan konsep wakaf kita tidak
sdengan mengejar dunia melainkan menolong sesama
untuk menyelamatkan akhirat kita
Ya Allah semoga jika kita sebagai Pengusaha
atau Calon Pengusaha. Mewakafkan apa yang kita
miliki adalah Cita2 tertinggi2
Karena tidak ada lagi cita-cita yang lebih tinggi
daripada bersedia berjuang untuk agamanya Allah
dengan memberikan sesuatu yang besar yang kita
miliki
Wallahualam...
Arif Yasir Rahman – Bisnis Mastermind

No comments:

Post a Comment